Minggu

FIGUR SEORANG GURU

Tugas guru dalam bidang kemanusian di sekolah harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua bagi anak didik. Ia harus mampu menarik simpati sehingga ia menjadi idola para anak didiknya. Pelajaran apapun yang diberikan, hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswanya dalam belajar.

Demikian dikatakan pemerhati pendidikan Riau Drs H Isjoni Ishaq MSi kepada wartawan dikantornya, Senin (4/5). Disebutkan, guru bertugas mempersiapkan manusia susila yang cakap yang dapat diharapkan membangun dirinya dan membangun bangsa dan negara, tugas guru tidak hanya sebagai suatu profesi, tetapi juga sebagai suatu tugas kemanusian dan kemasyarakatan.

Menurutnya, bila seorang guru dalam penampilannya sudah tidak menarik maka kegagalan pertama adalah ia tidak akan dapat menanamkan benih pengajaran kepada para anak didik. Masyarakat menempatkan guru pada tempat yang terhormat dilingkungannya. Karena dari seorang guru diharapkan masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan. "Ini berarti bahwa guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan manusia Indonesia seutuhnya berdasarkan Pancasila," ujarnya.

Lebih lanjut Dekan FKIP Unri ini menjelaskan, bahwa inti pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah kegiatan belajar mengajar, keberhasilan kegiatan belajar mengajar tersebut sangat menentukan kesuksesan guru dan sekolah dalam melaksanakan pendidikan. Sebaliknya ketidak berhasilan guru dan sekolah ditunjukkan oleh buruknya kegiatan belajar mengajar.

"Oleh sebab itu, seorang guru yang berhasil akan selalu memperhatikan hal ini, seorang guru efektif sangat memperhatikan efektivitas kegiatan belajar mengajar disekolahnya, khusunya di dalam kelas," ungkapnya.

Ditambahkan Isjoni, efektifikatas pembelajaran tidak bisa terjadi dengan sendirinya, tetapi harus diusahakan oleh guru melalui upaya penciptaan kondisi belajar mengajar yang kondusif. Setidaknya ada tiga langkah yang seharusnya dilakukan guru dalam menciptakan suasana belajar mengajar efektif.

"Guru adalah figur seorang pemimpin, guru juga sebagai sosok arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak anak didik. Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa," jelas Ketua Asosiasi Dosen Indonesia wilayah Riau ini

0 komentar:

Masukkan email sahabat di sini